expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

beres

Senin, 20 Mei 2013

Jalan Yang Tidak Kutempuh


Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan,
Dan sayang aku tak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Kemana kelokannya mengarah dibalik semak belukar;

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputannya,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Dibawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik.
Oh, kusimpan jalan pertama untuk lain kali
Meski tahu semua jalan berkaitan,
Aku ragu akan pernah kembali.

Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berpuluh tahun mendatang;
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku―
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui,
Dan itu mengubah segalanya.


===Jadilah pribadi yg Dewasa====



ROAD NOT TAKEN
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;


Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,


And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I marked the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.


I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.


THE END


(Robert Frost - 1916)

Senin, 13 Mei 2013

My Adventure Album

Aku terlahir di Bandung, 17 Agustus 1989 silam
 
Tumbuh menjadi beruang kecil yang mungil 

Bermain dan berkhayal menjadi super hero adalah keahlianku
ku bersyukur karena berada dalam lingkaran kasih sayang keluarga terbaik


Menjadi peserta didik yang taat dan patuh aturan

Jumat, 10 Mei 2013

My Unfinished Fight














Wisuda Gelombang III Tahun Ajaran 2012/2013
Bandung, 08 Mei 2013
      

Minggu, 05 Mei 2013

Aku Ingin




"Aku ingin"
oleh : Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada



Sabtu, 04 Mei 2013

Inspiring musical cover




Cukup banyak yang bertanya-tanya, sembari tak sabar untuk menunggu kapan buku "Pendaki Menara Malam" ini terbit. Tenang ya, kawan. sebenarnya, buku ini sudah hampir selesai, kok. Pengerjaannya pun tidak terlalu rumit, karena berlatar seputar perjalanan hidup dan pengalaman saya semasa aktif belajar memimpin di dakwah kampus. Hanya saja mungkin tipologi novel seperti ini tidak akan terlalu cukup heboh di pasaran. Tapi, itu bukanlah masalah besar, menyalurkan passion sembari berbagi inspirasi adalah sebuah sensasi tersendiri bagi saya, itu sudah lebih dari cukup dan itu yang lebih penting.

Nah, sebelum saya kirimkan naskah yang utuh ke beberapa koneksi penerbit, saya ingin berbagi kepada sahabat semua, sebuah musik pengiring yang selalu saya putar di setiap malam ketika menulis novel ini. Sebuah lagu instrumental yang setia mengiringi pikiran saya ketika terhanyut di sungai keindahan langit malam dan selalu terjaga menjaga batas-batas romantika seorang pemuda pekerja keras agar tidak terjatuh ke dalam lubang monoton dan kompleksitas.      

semoga bermanfaat, semoga menginspirasi..

- untuk mendownload, klik gambar ilustrasi atau klik :
http://www.4shared.com/file/Ui09omHo/Pendaki_menara_malam.html


Song :
Do You? by Yiruma

Keyakinanku




Tentang Resignasi
Aku tak perlu merasa terhina
Karena hakikatnya aku tak memiliki pujian

Aku tak perlu merasa kehilangan
Karena hakikatnya aku tak memiliki apa-apa

Aku tak perlu merasa sedih
Karena hakikatnya aku tak memiliki bahagia

semuanya hanyalah rasa.

Aku bukan siapa-siapa, bukan apa-apa; tidak memiliki siapa-siapa, tak punya apa-apa; tidak pula dimiliki siapa-siapa dan apa-apa => kecuali Alloh Swt


Tentang Konfiksi
Aku berfikir untuk “melakukan yang terbaik” tak peduli menang atau kalah
Aku berfikir untuk “menjalani hidup dengan baik” tak peduli nikmat atau susah
Aku mencukupkan diri hanya Mencintai Sang Pemberi nikmat bukan nikmat itu sendiri.

oleh : Fahrur Rozi

Rabu, 01 Mei 2013

Selamat (jalan) Hari Pendidikan Nasional




Sajak Pertemuan Mahasiswa
Oleh : W.S. Rendra  


Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.

Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”
Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.

Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.

Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor

tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.
Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :

Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.

Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana!


Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi