expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

beres

Sabtu, 23 Maret 2013

aku adalah ...

Salam Inspirasi...
Senang dapat berjumpa dengan Anda semua. Perkenalkan, nama saya Fenfen Fenda Florena. Saya lahir di Bandung, 17 Agustus 1989. Saya menempuh pendidikan sarjana Fisika di Universitas Padjadjaran, Bandung. Aktivitas saya saat ini adalah mengajar, melakukan riset dan memberikan pelatihan kepemimpinan – manajemen organisasi, serta memberikan konsultasi pendidikan bagi para remaja dan mahasiswa.

Saya sangat senang sekali menulis. Karena dengan menulis, saya bisa menuangkan isi pikiran (ide, gagasan) dan segala macam perasaan saya yang campur aduk (marah, sedih dan senang). Ibu saya pernah bilang, sewaktu kecil, saya sering memukul batang pohon pisang, batang pohon pepaya sampai dinding rumah ketika marah atau menangis. Sekarang, ibu dan ayah saya bilang ternyata saya telah berubah dan tumbuh menjadi manusia tanpa emosi, padahal kenyataannya tidaklah begitu. Saya masih Fenfen kecil yang senang bermain kelereng, saya masih Fenfen kecil yang senang ketika bahagia, menangis ketika bersedih. Hanya saja, semua saya tuangkan dalam bentuk puisi, syair dan tulisan, dan hal itulah yang membuat saya stabil.    
Saya ingin menjadi seorang  Idealis. Idealis artinya menjadi manusia yang penuh sikap optimistis, memiliki sikap integratif, bersatu antara benih yang ditanamkan dalam niat dengan buah yang disemai dalam ucap dan sikap. Saya bercita-cita menjadi seorang polymath.  Artinya seseorang yang telah meneguhkan dirinya dalam proses panjang hingga bertansformasi menjadi seorang longlife learner, seorang pembelajar sejati yang tak kenal dimana batas ruang dan waktu. Belajar, belajar dan terus belajar.

Selain berisi tentang kisah inspiratif, marketing dakwah dan puisi, blog ini bercerita tentang perjalanan, perjuangan serta pengalaman kehidupan saya dalam meraih pencapaian hidup. Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Kita bisa menjadi apa yang kita mau,  hanya kemalasan dan ke-tidakmau-an lah yang menjadi penyebab gagalnya kita dalam meraih pencapaian. Sebagaimana peribahasa lamun keyeng, tangtu pareng. Artinya, ketika kita menginginkan sesuatu, sesulit dan sebesar apa pun keinginan itu untuk diwujudkan, kita harus yakin dan percaya bahwa kita bisa meraih pencapaian tersebut. Hal itulah yang senantiasa mendorong kita untuk terus bergerak sampai batas maksimal kemampuan kita.

Begitu banyak dan besar ekspektasi yang diberikan kepada kita untuk melakukan perbaikan dan perubahan yang lebih baik dari satu lompatan waktu ke lompatan lain. Sobat, menerima ekspektasi memanglah sulit, namun ketahuilah bahwa. yang lebih sulit adalah melihat kekurangan diri. Menilai ekspektasi jelas rumit, namun yang paling rumit adalah belajar menilai diri sendiri. Semoga ekspektasi yang besar, disertai dengan niat yang benar. Semoga niat yang benar selalu ada yang menyertai.

Terakhir, dengan penuh harap. Semoga sepotong mozaik karya ini dapat berkontribusi untuk perubahan yang revolusioner, mengakar dan menginspirasi. Semoga sedikit banyak ilmu yang kita dapatkan dapat melecut kita untuk lebih baik lagi, untuk membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa dan bukan makhluk sisa. Keep Hamasah!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar