expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

beres

Minggu, 14 Oktober 2012

Four Fantastic - My Book Collection

        Selama beberapa bulan ke belakang dan beberapa bulan ke depan, saya memang mengerjakan banyak sekali aktivitas yang cukup menyita waktu, mulai dari aktivitas mengajar, memberi konsultasi, meneliti di laboratorium hingga segudang aktivitas lainnya. Perlahan saya mulai menyadari bahwa rutinitas membuat hidup terasa begitu monoton dan statis. Rutinitas adalah racun yang perlahan-lahan membunuh kreatifitas kita dalam berkarya dan berinovasi.
       Di sela-sela pendakian target jangka panjang yang mulai tercapai, saya memiliki komitmen untuk menghasilkan beberapa 'prasasti intelektual' sebagai target jangka pendek yang harus saya kejar untuk membuat tangan dan otak ini kembali bekerja keras. Sejak dulu, saya  kerap mengidentifikasi diri sebagai seorang pekerja keras- H.A.R.D.W.O.R.K.E.R -

Tentang nada & mata







Setiap ku bertemu denganmu, dengannya dan dengan mereka, yang pertama kali ku lihat adalah matamu, matanya dan mata mereka. Mata yang menuturkan indah perangaimu, gelap pribadinya dan bias kebiasaan mereka. Semua patahan teka-teki yang terangkai menjadi satu peristiwa yang berarti bagi mereka yang berusaha menemukan makna di balik rasa sesal, penat, gundah dan putus asa.
Terhenyak batinku dari sepi, saat kulihat sorotan matanya. Mata yang sudah lama ku kenal sejak menginjakkan kaki di kampus. Inikah mata yang selama ini ku impikan dalam hidup?  Mata yang menatap jauh dan dalam.  Jauh seiring dengan samudera ilmu yang ia layari dan begitu dalam bak palung pengalaman hidup yang ia selami. Mata bening yang penuh ketegasan, kasih sayang dan penuh arti.   

Marketing Dakwah

Marketing Dakwah - Fenfen Fenda Florena



Hari Jum’at, 05 Oktober 2012 kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan ilmu  dalam salah satu kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran (LDFK) Universitas Islam Bandung, Muslim Managerial ( or Management) & Leadership Camp 2012. Kegiatan tersebut merupakan event subordinat MMLC Nasional yang menjadi salah satu hajatan besar Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia (FULDFK) untuk menggodok serta menempa para punggawa terbaiknya di seluruh wilayah Indonesia.  

Harapan yang terbelah



Auman malam sudah terdengar, kawan.
gema suaranya terpantul diantara lorong-lorong amalan hari ini,
 meliuk-liuk, menerobos dinding kelambu ibadah yang lenggang, 
merayap gemutar pilar-pilar takwa yang menopang atap iman dan cinta.

desis angin temaram memijat jubah malam yang kelam,
diantara perak cahaya bulan dan rasi belantik yang terpaku di timur,

aneh kawan,
kenapa semut berjalan ke barat,
padahal gula ada di timur,
kenapa kumbang terbang ke tenggara, sementara kembang nyiur di barat daya.

begitulah kawan,
manusia mengasa pahala, namun berlaku durja,
manusia merindu syurga, namun mengait kail neraka!
waduh celaka!

tahukah kawan,
nun jauh di petak usia sana ada sebongkah semangat harapan yang terbelah,
jatuh, berguling-guling lalu pecah tak tentu arah!

coba kau jawab kawan,
kepada siapakah kami harus marah, saat menyaksikan kepulan asap cita-cita manusia 
mulai menyerah hingga akhirnya kalah karena terhalang rintangan yang bergalah,

kepada Allah sahaja-lah kami merindu, mengadu, dan mangais madu.
kami hendak menjadi muslim sejati, perindu syurga yang abadi,
kami hendak berdiri menanti derajat dan kebahagiaan hakiki,

marilah kawan,
kita berlari menuju dermaga akhirat tuk berlayar di samudera perjuangan ilahi,
menatap asa tinggi tuk berlabuh di syurga.. syurga.. syurga..

Ya Allah,, syurga adalah peristirahatan terakhir kami, fasyhad..

"Hai orang yang berkemul, bangunlah lalu berilah peringatan, dan
Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan
dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud)
memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi
perintah) Rabbmu, bersabarlah. " (Al-Muddatstsir: 1-7).


Kamis, 11 Oktober 2012

Teman Sejati - Brothers





Selama ini kumencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani
Perjuangan suci


Bersyukur kini padaMu Ilahi
Teman yang dicari selama ini
Telah kutemui

Berkaca dari Julaibib



Ada seorang miskin yang mengenakan kain usang pakaian lusuh, perut lapar, kaki tak beralas, berasal dari garis keturunan yang tidak terhormat, tidak punya kedudukan, harta dan keluarga besar, tidak punya rumah untuk berteduh, tidak punya perabotan yang berharga, minum hanya dari air kolam umum yang diambil dengan gayung kedua tangannya, tidur di masjid, tidur hanya berbantalkan tangan, dan berkasur pasir bercampur kerikil. Namun begitu, dia adalah seorang yang selalu berdzikir kepada Rabb-nya, selalu membaca Kitab Allah, dan selalu berada pada shaff terdepan dalam shalat maupun dalam perang. Suatu ketika dia lewat di dekat Rasulullah. Lalu Rasulullah memanggil namanya dengan nyaring, "Wahai Julaibib, tidakkah kamu menikah?"