expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

beres

Sabtu, 17 Desember 2011

STAND PAMERAN SYAITANIRRAJIM

Hampir di setiap malam tiba, selepas membolak-balik buku tebal berisi turunan rumus dan konsep fisika, biasanya saya mengatasi kepenatan kepala dengan menerawang dan mengingat momen-momen lucu masa silam sambil memutar lagu nasyid yang menjadi hits 6 tahun silam,  kadang pula usil menuliskan nama orang-orang terdekat kita, mulai dari keluarga, guru, teman, sahabat hingga orang-orang yang kita sayangi lainnya. Satu per satu wajah ceria mereka hadir berkelebatan dalam layar kepala.  Senyum pun kembali mengembang diwaktu hati lirih mengucap : “Ah, begitu indah cerita masa lalu itu..”  Terkadang, dengan jurus tadi cukup ampuh buat menghadirkan kembali cahaya semangat yang kian melemah.



                Kerap kali di suatu malam saya mencoba duduk sejenak,  meneliti  deretan buku-buku tebal  yang ada di perpustakaan mini Maktab, lusinan bahkan puluhan buku mahsyur ada disana. Bulughul maraam, Sirah Nabawiyah, Al-Quran versi madinah, Al-Ahkamus Sholah, fi zihalil qur’an, Al-Ahkam As-sulthaniyyah, Benturan Peradaban, Ironi Demokrasi, Ilusi Negara Demokrasi, the power of focus, Manajemen Proyek, 7 laws of habbits, kubik leadership,  puluhan khazanah intelektual keislaman dan pengembangan SDM lainnya bertelekan, tersusun rapi di atas rak kayu berwarna ungu.

Tepat di pojok rak, tepatnya disamping jendela peradaban maktab (begitulah kami menyebutnya)  saya temukan sebuah bacaan ringan yang kerap kali membuat saya terpaksa menarik ujung bibir ke kiri dan ke kanan dua senti. Buku yang aneh, janggal, tapi keren. Sesuai dengan penerbitnya : anomali_buku unik. Buku ini berisi banyak inspirasi yang konyol, atau kekonyolan yang menginspirasi? Sahabat sendiri lah yang akan menjawabnya. Berikut saya tulis kisah awal di buku tersebut. En joy ^^d


                                                    ~STAND PAMERAN SYAITANIRRAJIM~

Bisa jadi karena sengaja pamer ke umat manusia-atau bisa jadi pula sebuah metode baru untuk menggoda umat manusia-maka diceritakan di sebuah pameran, syaitan dan kawan-kawan ikut buka stand.
Syaitan memang paling jago dalam menghias sesuatu menjadi terlihat indah, atau memang manusia yang paling gampang ditipu. Stand yang dibuka ini pun menjadi yang paling mentereng dan paling banyak pengunjungnya dibanding stand yang lain.

Tidak kalah dengan pameran yang diadakan manusia, di pameran ini terdapat syaitan pemandu-tentunya dipilih dari golongan syaitan yang paling cakep dong-

“Ini adalah takabbur,” tunjuk syaitan.
“Dengan perkakas ini, manusia banyak terperosok ke dalam jurang neraka."

Para pengunjung mangut-mangut.
Nah, yang ini adalah melalaikan shalat,”

Kali ini dia menunjuk ke sebuah peralatan yang berbentuk kesibukan, kemalasaan yang terlihat begitu indah.. Hmm pantas banyak yang tertipu…

Dan masih banyak lagi jenis peralatan lain yang ditunjukkannya, mulai dari godaan kekayaan, rayuan wanita, kemuliaan jabatan sampai kesaksian palsu juga menghukumi bukan dengan hukum Allah. Lengkap mulai dari peralatan mengoda yang paling ecek-ecek hingga dahsyat. Dari peralatan menggoda untuk anak kecil, orang-orang susah hingga kalangan pejabat dan kalangan ulama.

Para pengunjung tampak begitu terkesima dengan penjelasan syaitan. Tuh kan, memang syatian paling bisa. Jangan-jangan tujuan dari pameran ini memang taktik mereka menggoda umat manusia. Di akhir nanti mereka akan menjual produk-produk mereka, bahkan bisa jadi lebih parah. Mereka akan merekrut semua pengunjung menjadi kader!

Saya sendiri yang terselip di antara jibunan pengunjung, sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan penjelasan si syaitan. Habisnya, semua produk yang dipamerkan sebenarnya adalah produk yang memang sudah umum diketahui. Semuanya kan sudah dibeberkan Allah dan Rasulnya, baik lewat al-Qur’an maupun as-Sunnah.
Saya memilih memisahkan diri dari rombongan. Berkeliling sendiri.

Tiba-tiba tidak sengaja pandangan saya tertuju kepada sebuah barang yang kelihatannya begitu sederhana, berdebu dan terlihat usang. Yang bikin penasaran adalah barang ini tidak dikasih label dan entah sengaja atau tidak, diletakkan di sudut yang memang sulit terlihat. Naluri intelejen saya pun terbangkitkan. Saya tarik paksa salah seorang syaitan.

“Katakan! Barang apa sebenarnya ini!” ancam saya sambil menarik kerah bajunya.
Dengan lirih dia membeberkan,
“Tapi jangan sebarkan ini ke yang lain, dan jangan kasih tahu bos saya"  Rengeknya.
“Barang ini memang tidak semewah barang kami yang lain. Tapi jangan salah, justru ini adalah salah satu perangkat andalan kami. Kalian, para manusia seringkali terjebak mengambil barang ini, meskipun kalian tahu kalau barang ini bukan barang yang bagus. Menyenangkannya, banyak diantara kalian yang tidak paham kalau barang ini adalah perangkap dari kami juga.”
“Katakan segera apa namanya!” Interogasi saya lagi.
“Anu. Kami menamakannya putus asa terhadap kegagalan.” Jawab syaitan itu lirih.

Deg, jantung saya berdegup kencang marah.
Pantas banyak dari kami selama ini tertipu. Kalau barang yang lain wajar jika membuat orang tergoda, kalau produk lain misalnya zina berhiaskan kepuasan yang menyenangkan, atau harta yang diliputi dengan hiasan-hiasan memikat, kesombongan, dendam atau dusta juga menggiurkan, yang dapat menyesatkan bagi para penggunannya.
Nah produk ini, putus asa terhadap kegagalan, bahkan para pengguna aplikasi ini paham betul bahwa aplikasi sama sekali tidak berguna, tidak ada kenikmatan sama sekali dalam penggunaannya. Bahkan hasil akhir dari penggunaan barang ini sudah diketahui oleh penggunanya sejak awal: kekalahan dan penderitaan.

Tapi itulah uniknya. Biar bagaimana pun jeleknya, barang ini tetap saja laku. Putus asa bahkan menjadi salah satu komoditas andalan syaithan dalam menggoda manusia.
Hhhh.. dasar penipu! Bahkan barang usang ini tidak diberi label dan banyak yang tidak sadar kalau ini juga produk dari syaitan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar